Selasa, 20 Desember 2011
Senin, 14 November 2011
Rabu, 09 November 2011
strategi nasional kespro
Kesehatan Reproduksi
. Sejarah kesehatan reproduksi
Kesehatan reproduksi mendapat perhatian khusus secara global sejak
diangkatnya isu tersebut dalam Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan
Pembangunan (International Conference on Population and Development, ICPD), di
Kairo, Mesir pada tahun 1994. Hal penting dalam konferensi tersebut adalah
disepakatinya perubahan paradigma dalam pengelolaan masalah kependudukan dan
pembangunan dari pendekatan pengendalian populasi dan penurunan fertilitas
menjadi pendekatan yang terfokus pada kesehatan reproduksi serta upaya pemenuhan
hak-hak reproduksi (Widyastuti,2009:1). Dengan demikian pengendalian
kependudukan telah bergeser ke arah yang lebih luas, yang meliputi pemenuhan
kebutuhan kesehatan reproduksi bagi laki-laki dan perempuan sepanjang siklus hidup,
termasuk hak-hak reproduksinya, kesetaraan dan keadilan gender, pemberdayaan
perempuan dan penanggulangan kekerasan berbasis gender, serta tanggung jawab
laki-laki dalam kaitannya dengan kesehatan reproduksi.
Paradigma baru ini berpengaruh besar antara lain terhadap hak dan peran
perempuan sebagai subyek dalam ber-KB. Perubahan pendekatan juga terjadi dalam
penanganan kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan dan
penanggulangan Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV/AIDS, serta kesehatan
. Sejarah kesehatan reproduksi
Kesehatan reproduksi mendapat perhatian khusus secara global sejak
diangkatnya isu tersebut dalam Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan
Pembangunan (International Conference on Population and Development, ICPD), di
Kairo, Mesir pada tahun 1994. Hal penting dalam konferensi tersebut adalah
disepakatinya perubahan paradigma dalam pengelolaan masalah kependudukan dan
pembangunan dari pendekatan pengendalian populasi dan penurunan fertilitas
menjadi pendekatan yang terfokus pada kesehatan reproduksi serta upaya pemenuhan
hak-hak reproduksi (Widyastuti,2009:1). Dengan demikian pengendalian
kependudukan telah bergeser ke arah yang lebih luas, yang meliputi pemenuhan
kebutuhan kesehatan reproduksi bagi laki-laki dan perempuan sepanjang siklus hidup,
termasuk hak-hak reproduksinya, kesetaraan dan keadilan gender, pemberdayaan
perempuan dan penanggulangan kekerasan berbasis gender, serta tanggung jawab
laki-laki dalam kaitannya dengan kesehatan reproduksi.
Paradigma baru ini berpengaruh besar antara lain terhadap hak dan peran
perempuan sebagai subyek dalam ber-KB. Perubahan pendekatan juga terjadi dalam
penanganan kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan dan
penanggulangan Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV/AIDS, serta kesehatan
Langganan:
Komentar (Atom)